Pemotretan Buku Kenangan

Aku senang foto-foto di Masjid Istiqlal tapi aku pas pulangnya cuman ada tiga orang, yaitu aku, dan temanku 2 orang, namanya Hafis dan Aldo. Aku dan teman-temanku TK-B berfoto bersama bu guru, pak guru dan ayahku yang memoto. Dan yang paling besar kameranya. Mamaku juga tapi yang dipake sama mamaku bukan punya mamaku tapi kamera punya teman mamaku, namanya om Tantri.
Fotonya pake baju warna pink keorange-an, pake celana hitam, kalo muslimah pake rok dan kebaya dan kerudung.
Ada tukang kerak telor yang lampunya dipecahin sama Ridho, tapi Ridhonya udah minta maaf. Kata abangnya, ‘udah nggak papa bu’. Aku pake peci dan selendang dan kain, terus aku pura-pura jadi tukang kerak telor. Fotonya aku duduk di kursi kayu yang dipaku, punya abang tukang kerak telor. Abangnya juga pake peci.
Pas udah selesai, aku makan kerak telor. Makan 2, pake telor bebek sama ayam. Yang pertama ayam, tapi dibilang ‘the jack’ karena warnanya orange. Rasanya enak. Yang kedua, pake telor bebek. Terus dibilang ‘viking’ karena warnanya biru.

Satu Tanggapan to “Pemotretan Buku Kenangan”

  1. wikfa Says:

    wah seru dong, btw hasil jepretnya mana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: